Alasan Strategi Sosial Media Marketing Menang Pemilu 2024 Dinilai Lebih Efektif Menarik Simpati Masyarakat

0
61
Alasan Strategi Sosial Media Marketing Menang Pemilu 2024 Dinilai Lebih Efektif Menarik Simpati Masyarakat

Strategi Sosial Media Marketing Menang Pemilu 2024 Dinilai Lebih Efektif Menarik Simpati Masyarakat – Siapa yang tidak mengenal Barrack Obama. Ia adalah orang keturunan Afrika Amerika yang sukses menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat yang ke-44.

Obama juga tercatat sebagai Presiden Amerika Serikat berkulit hitam pertama. Tak mengherankan jika namanya menjadi sangat fenomenal.

Bukan rasnya atau tim sukses-nya yang berhasil membuat Obama sangat disegani oleh warga Amerika kala itu. Namun karena startegi sosial media marketing-lah di yang membuat membuatnya nampak hebat.

Sangking hebatnya, Andrew Rasiej yang merupakan pendiri situs TechPresident.com menjuluki Obama dan timnya sebagai “budaya kepercayaan di internet”. Menurutnya mereka berhasil melompati media mainstream dengan menghasilkan konten luar biasa di sosial media khususnya Youtube.

Perlu diketahui, dalam pemilu presiden Amerika tahun 2008, Obama menghadapi sejumlah lawan politik yang sangat berat. Obama yang saat itu masih berusia 47 tahun harus mengalahkan Senator John McCain yang berusia 72 tahun.

Menariknya Obama saat itu berhasil mengumpulkan 365 suara elektoral dan 53 persen suara populer. Sementara lawan politiknya yang lebih senior hanya meraih 173 suara elektoral dan 45 suara populer.

Tak hanya mendapatkan pendukung, kampanye Obama di sosial media juga sukses mengumpulkan dana kampanye.

Timnya tak hanya membuat situs barackobama.com saja, timnya juga banyak melakukan kegiatan mendekatkan diri dengan pendukungnya melalui banyak situs jejaring sosial. Sumber daya gratis seperti facebook, youtube hingga myspace yang waktu itu masih berjaya juga dimanfaatkan untuk mengaet pemilih muda.

Dari berbagai startegi online yang dilakukan, Facebok disebut-sebut sebagai salah satu kesukseskan Obama untuk menduduki kursi presiden Amerika. Ungkapan itu sangat masuk akal, sebab 2 kali Obama mengikuti pilpres Amerika di tahun 2008 serta 2012 dan 2 kali juga ia menang berkat bantuan sosial media terbesar di dunia itu.

Situs bbc.com melaporkan jika Facebook Barrack Obama telah tembus mencapai 30,6 juta “like” (suka). Dalam sehari saja, “like” di akunnya bisa meningkat lebih dari satu juta.

Facebook kala itu yang baru berusia 4 tahun telah menjadi alat ampuh untuk kampanye Obama. Berkat Obama pula Facebook 10 tahun kemudian sukses menggeser dominasi internet dunia yang sebelumnya telah dikuasai oleh Google.

Startegi kampanye di sosial media yang dilakukan Obama dan timnya akhirnya ditiru oleh para politikus di dunia. Di tahun 2010 akun-akun para politikus di halaman facebook hingga twitter terus bermunculan hingga saat ini.

Lalu bagaimana di Indonesia sendiri?

Di tahun 2009, para bakal calon presiden Indonesia juga tak ingin ketinggalan. Mereka juga memanfaatkan jejaring sosial media Facebook.

Tak hanya calon presiden kala itu, anggota DPR juga memiliki akun di Facebook. Bahkan ada beberapa anggota legislatif yang memberikan informasi setiap harinya di facebook, seolah-olah menjadi pekerjaan utamanya.

Jika tak percaya, coba saja anda ketik salah satu tokoh politik terkemuka di Indonesia. Dijamin, nama-nama itu akan muncul di halaman Facebook ataupun Google.

Tiru Obama, facebook juga digunakan sebagai media kampanye politik Jokowi dan Jusuf Kalla pada Pilpres 2014. Setiap postingan di halaman Jokowi-JK berhasil mengubah sudut pandang netizen untuk menjadi pendukungnya pada Pilpres 2014.

Lewat Facebook, Jokowi berhasil mendapat dukungan berupa testimoni dari beberapa kalangan masyarakat, baik dari budayawan, seniman, pengusaha, selebriti dan sebagainya. Postingannya di Jokowi-JK center lebih banyak didominasi oleh testimoni anak muda Indonesia.

Dapat disimpulkan, berkat halaman Facebook, Jokowi-JK berhasil menarik para pemuda yang tahun-tahun sebelumnya acuh tak acuh dengan Pemilu di Indonesia.

Saat pemilu 2019, Facebook juga ikut membantu Pemilu di Indonesia untuk melindungi inegritas dari pengaruh yang tidak diinginkan. Facebook ikut berperan aktif dalam kegiatan tersebut dengan tidak mengizinkan iklan politik dari luar negeri untuk beberapa waktu.

Menurut laporan Statista, awal tahun 2022, Indonesia tercatat memiliki jumlah pengguna facebook sebanyak 129,85 juta. Jumlah itulah yang menempatkan Indonesia menduduki peringkat ke-2 pengguna Facebook buatan Mark Zuckerberg terbanyak di dunia.

Tak mengherankan jika Facebook melirik Indonesia sebagai pasar konsumen utamanya. Di tahun 2019 Facebook turut membantu pemerintahan Indonesia untuk mengawal Pemilu dengan tidak mengizinkan iklan politik dari luar negeri untuk sementara waktu.

Sementara laporan lain oleh Statista yakni pengguna Twitter yang tembus diangka 18,45 juta. Capaian itu juga menempatkan Indonesia sebagai negara pengguna Twitter terbanyak ke-5 di dunia.

Sosial media lainnya juga pasti angkanya fantastik, mengingat Indonesia sendiri sebagai negara konsumen data internet terbesar ke-enam setelah China, Amerika Serikat, India, Brazil dan Jepang.

Jumlah yang luar biasa itu bisa menjadi ladang utama untuk mencari para pendukung melalui kegiatan sosial media marketing khususnya di pada pemilu 2024.

Banyak pegiat politik yang menggunakan sosial media untuk berkampanye dan menarik massa sebanyaknya-banyaknya. Contohnya seseorang yang memiliki akun Twitter 150 ribu follower memiliki kekuatan yang luar biasa untuk melakukan startegi propaganda.

Sosial media juga merupakan bagian dari teknologi modern yang tidak dapat dihindari. Artinya teknologi itu akan datang dan kita tidak bisa menghindarinya.

Ketika kita berusaha menghambatnya, berarti secara langsung kita juga menghambat perkembangan dan pengetahuan manusia.

Dalam suatu proses komunikasi politik, sosial media yang yang merupakan media baru efektif lantaran murah, cepat dan mudah untuk berinteraksi langsung dengan komunikator. Sosial media juga bisa menjadi kekuatan teknologi komunikasi untuk meningkatkan pemahaman demokratisasi masyarakat.

Anda ingin memenangkan persaingan politik melalui media digital? tayangin.com hadir membantu anda untuk mensosialisasikan program unggulan dan kampanye politik anda melalui internet. tersedia 1000+ web media rilis, blog, social media untuk berpromosi sekarang juga, klik www.tayangin.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here