Apa Itu Strategi Marketing Politik? Mengenal 4P Dalam Strategi Marketing Politik

0
18
Strategi marketing dibutuhkan di setiap lini organisasi termasuk politik
Politik juga butuh strategi marketing, pahami strategi marketing 4P

Strategi marketing politik- Marketing sangat dibutuhkan di setiap lini organisasi tak terkecuali politik.  Dalam politik istilah pendekatan marketing dikenal dengan political marketing (marketing politik).

Kampanye merupakan contoh strategi marketing politik,  memperkenalkan partai dan kandidat melalui berkampanye guna membangun kepercayaan publik dan muara akhirnya adalah dukungan dari masyarakat.

Marketing memiliki definisi yang sangat luas, menurut Forty, marketing adalah cara terbaik untuk membuat nilai produk atau jasa yang ditawarkan tetap tinggi.

Di tengah persaingan bisnis, proses tersebut akan menentukan produk atau jasa apa yang akan membuat pembeli bertahan dan membantu untuk berkembang.

Sederhananya marketing adalah sebagai aktivitas menawarkan, menyampaikan suatu produk atau jasa kepada masyarakat. Marketing dibutuhkan untuk meningkatkan penjualan sementara marketing politik dibutuhkan untuk mendapatkan dukungan.

Marketing memiliki cakupan yang luas, bukan hanya bisnis dalam politik juga membutuhkan strategi marketing,  lalu bagaimana strategi marketing politik? Berikut penjelasan strategi marketing politik yang akan dibahas dalam artikel ini .

Apa Itu Marketing Politik ?

Marketing politik atau political marketing adalah konsep marketing yang dilakukan secara berkelanjutan guna membangun kepercayaan jangka panjang.

Selain itu, beberapa ahli juga mendefinisikan marketing politik, seperti yang ditulis oleh Firmanzah dalam bukunya yang berjudul Marketing Politik.

Marketing politik adalah penggunaan pendekatan dan metode marketing untuk membantu politikus maupun partai politik agar lebih efisien serta efektif dalam membangun hubungan dua arah dengan konstituen dan masyarakat .

Berbeda dengan Andrias dan Nurohman mendefinisikan marketing politik menurutnya, pemasaran politik adalah serangkaian aktivitas terencana, strategis tapi juga taktis, berdimensi jangka panjang dan jangka pendek, untuk menyebarkan makna politik kepada pemilih .

Disisi lain Haroen berpendapat pemasaran politik adalah penerapan konsep dan metode marketing ke dalam dunia politik. Marketing diperlukan untuk menghadapi persaingan dalam memperebutkan pasar (market), yang dalam hal ini adalah para pemilih.

Para ahli lain juga berpendapat, menurut Cangara (2009), pemasaran politik adalah penyebarluasan informasi tentang kandidat, partai, dan program yang dilakukan oleh aktor-aktor politik (komunikator) melalui saluran-saluran komunikasi tertentu yang ditujukan kepada segmen (sasaran) tertentu dengan tujuan merubah wawasan, pengetahuan, sikap, dan perilaku para calon pemilih sesuai dengan keinginan pemberi informasi.

Sedangkan menurut Kotler (1999), pemasaran politik adalah suatu penggiatan pemasaran untuk mensukseskan kandidat atau partai politik dengan segala aktivitas politiknya melalui kampanye program pembangunan perekonomian atau kepedulian sosial.

Sehingga apabila disimpulkan marketing politik (political marketing) adalah rangkaian aktivitas terencana, strategis juga taktis dengan menggunakan metode atau pendekatan yang bertujuan untuk memasarkan atau mengkampanyekan kandidat kepada pemilih.

Dengan marketing politik ( political marketing) diharapkan mampu menyukseskan aktivitas politik serta mengubah wawasan, sikap atau perilaku calon pemilih secara efektif dan efisien.

Bauran Pasar Politik

Bauran pasar ( marketing mix) merupakan strategi pemasaran dengan memadukan beberapa elemen untuk mencapai tujuan yang telah ditargetkan.

Pembauran pasar dikenalkan oleh Neil Borden seorang profesor Harvard yang terinspirasi dari James Cullington pada tahun 1948, kemudian bauran pasar mengalami perkembangan dari 4P menjadi 7P.

Akan tetapi metode 4P tetap populer dan masih banyak digunakan oleh para literatur marketing pun dalam strategi marketing politik dipakai untuk

1. Produk

Dalam marketing tentunya harus ada produk yang dipasarkan dalam politik,   partai, kandidat, serta gagasan partai adalah bentuk produk yang dipasarkan.

Produk itu sendiri berisi kontribusi berupa konsep, ideologi, baik masa lalu maupun sekarang. Karakteristik atau ciri seorang pemimpin atau kandidat, citra simbol, dan kredibilitas sebuah produk politik (political product) sebagai kemasan yang menarik.

2.  Promosi

Promosi (promotion) merupakan kegiatan mengkomunikasikan produk yang bertujuan untuk mempengaruhi konsumen sehingga dapat meningkatkan target pasar.

Berbagai bentuk promosi dibaurkan partai politik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik media cetak seperti baliho, spanduk,  seleberan, pamflet, surat kabar hingga  media elektronik televisi dan radio.

Kampanye sebagai bentuk promosi tidak langsung , kampanye juga menjadi strategi marketing politik yang tepat untuk menargetkan banyak suara serta bertujuan untuk menjaga antara partai dengan pendukungnya.

3. Harga

Harga

(price), mencakup banyak hal, mulai dari ekonomi, psikologis, sampai citra nasional. Harga ekonomi mencakup semua biaya yang dikeluarkan partai selama periode kampanye. Harga psikologis mengacu pada harga persepsi psikologis misalnya, pemilih merasa nyaman dengan latar belakang etnis, agama, pendidikan dan lain-lain. Sedangkan harga citra nasional berkaitan dengan apakah pemilih merasa kandidat tersebut dapat memberikan citra positif dan dapat menjadi kebanggaan negara.

4.  Place (Penempatan)

Dalam strategi marketing penempatan adalah hal yang krusial dalam menentukan bisnis sebab lokasi yang strategis lebih memberikan peluang untuk mendapatkan pelanggan.

Begitu pula dengan strategi marketing politik, penempatan (place ) terkait erat dengan bagaimana sebuah partai hadir atau terpecah dan bagaimana ia dapat berkomunikasi dengan pemilih.

Artinya partai politik harus mampu memetakan struktur dan karakteristik masyarakat baik secara geografis maupun demografis.

Partai politik dan calon (presiden dan pemimpin daerah) berbagi pesan dengan mengunjungi daerah dan tempat tertentu, seperti pasar tradisional.

Berbeda dengan calon kepala desa, karena mereka sudah berada di wilayah yang sama dengan pemilih, pesan itu disebarkan melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah warga pendukungnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here